Sejarah
Terbentuknya STIE Pelita Harapan Nabire diawali dengan agenda pertemuan Dewan Pendiri dan pengurus Yayasan Pelayanan Pelita Meedimi (Yappemed) pada 17 Juli 2021 di Kalibobo, Nabire. Pertemuan yang dipimpin oleh Bapak Deki Degei, S.E., M.M dan dihadiri oleh 20 orang menghasilkan kesepakatan untuk menyetujui pendirian STIE Pelita Harapan Nabire.
Proses mendirikan STIE Pelita Harapan Nabire sempat menemui jalan buntu akibat wanprestasi yang dilakukan oleh Syintax Cooperation Indonesia atas perjanjian kerjasama dengan Yappemed dalam rangka pendampingan dan asistensi percepatan pendirian STIE Pelita Harapan Nabire.
Upaya dilanjutkan dengan melakukan konsultasi dan menyerahkan proposal pendirian STIE Pelita Harapan Nabire ke Bidang Kelembagaan LLDIKTI Wilayah XIV yang diterima oleh Bapak Eko Yum Susilo, M.M. dan Bapak Akhmad. Pada 20 Juni 2022 STIE Pelita Harapan Nabire mendapatkan kunjungan/visitasi perdana dari LLDIKTI Wilayah XIV dan tindak lanjut dari hasil visitasi tersebut adalah dikeluarkan surat resmi rekomendasi dari LLDIKTI Wilayah XIV bernomor 988/LL14-KL/2022 tentang Rekomendasi Permohonan Pendirian PTS. Setelah agenda visitasi Kemendikbudristek pada 29-30 Agustus 2022, maka secara resmi Kemendikbudristek menetapkan izin pendirian STIE Pelita Harapan Nabire dan pada akhirnya STIE Pelita Harapan Nabire menerima SK Izin Operasional dengan nomor 107/E/O/2023 pada 19 Januari 2023 dengan 1 (satu) program studi yaitu S1 Manajemen Ritel.
